Emy Afriani

Guru TKIT Anak Sholeh Mataram NTB...

Selengkapnya
Rasa yang Merindu

Rasa yang Merindu

Kita tak saling kenal. Bertatap muka dan berbalas salam pun tak pernah. Namun, ada rasa yg begitu menggebu. Menyeruak dan ingin merengkuhnya.

Rasa ini begitu dalam. Bukan karena ia saudara sedarah. Bukan pula kerabat dan tetangga dekat. Rasa ini membawa pada satu rasa yang tak pernah ternilai. Hatta itu dengan perhiasan dunia termahal di zaman milenial sekarang. Rasa itu ada karena iman. Rasa itu bernama ukhuwah.

Ya, nama yang tak asing di telinga terutama bagi yang mengaku muslim. Rasa yang bernama ukhuwah, butuh yang namanya bukti. Bukan sekedar retorika belaka tanpa makna. Apalagi janji manis untuk menarik simpati belaka.

Tiga ratus abad lalu, manusia pilihan-Nya telah memberi teladan dalam berukhuwah. Memberi tanpa mengharap. Berdiam dalam doa. Tak menginginkan satu kecelakaan pun bagi saudaranya. Bahkan dalam detik-detik akhir kehidupannya senantiasa bermunajat bagi saudara yang tak pernah dikenalnya. Dialah Nabi Muhammad saw.

Rasa itu, membawa pada lubuk hati yg merindu. Rindu pada-Nya. Rindu kasih dan sayang-Nya. Rindu belayan-Nya dalam gelapnya tenda pengungsian.

Gempa Lombok, membuat rasa itu menyembur kuat. Setiap jiwa berlomba menunjukkan empatinya. Uluran tangan, tenaga, harta, dan jiwa terus mengalir. Mencoba membasahi hati yg kering dengan kepedihan.

Gempa Lombok, mengingatkan kembali pada arti sebuah kesabaran dan kesyukuran. Sabar meniti ketaatan pada-Nya di tengah gelombang keterpurukan. Sabar atas ujian-Nya. Serta sabar dalam merantai keinginan syahwat dunia. Sabar menjaga hati yang setiap saat bisa terluka.

Hanya pada-Nya kita berpasrah. Semua sudah menjadi suratan taqdir-Nya. Di tengah duka, rasa syukur juga harus dilantunkan. Betapa tidak? Allah Al Khaliq masih memberikan kita nafas untuk kembali pada-Nya. Untaian doa terbaik yang bisa dilantunkan dalam keheningan malam untuk mengetuk pintu-pintu rahmat dan ampunan-Nya.

Mari bersama membangun Lombok. Bangkit dari keterpurukan. Pasrahkan jiwa hanya pada-Nya. Lepaskan segala keangkuhan. Saling bergandengan tangan. Bersinergi membangun kembali Pulau Seribu Masjid. Saling menguatkan agar rasa yang bernama ukhuwah selalu bersemi dalam dekapan cinta karena-Nya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aamiin

16 Sep
Balas

Inshallah Bu. Mudah-mudahan bisa terlaksana.

15 Sep
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali