Emy Afriani

Guru TKIT Anak Sholeh Mataram NTB...

Selengkapnya

Gadis Itu Bernama Yumna

Suaranya begitu lantang. Lantunan ayat-ayat al-Qur’an mengalir merdu dari lisannya. Sosoknya yang kecil dan tegar tak menunjukkan sedikitpun jika dia dalam kondisi sakit. Satu tahun lalu ketika usianya menginjak tujuh tahun ia mengalami kecelakaan.

Kedua orang tuanya tak menyangka jika kecelakaan motor saat disrempet adalah awal dari sakit yang diderita gadis ciliknya. Sehari setelah kejadian, kakinya yang lebam mulai membengkak. Darah segar sering kali keluar dari hidungnya. Sang ibu menyangka jika itu hanya mimisan biasa. Namun, setelah melihat mimisannya tak kunjung sembuh dan lebam di kaki bekas benturan motor tak menghilang, gadis ini dibawa ke rumah sakit. Setelah tindakan medis dilakukan, dokterpun memponis jika ia menderita kelainan darah genetic yang saat ini belum ada obatnya.

Sang Ibu sok. Dengan segala bujuk rayu ia berusaha meyakinkan gadis ciliknya agar mau diobati. Sang gadis tetap tidak mau. Ia justru memilih belajar dan menghafal ayat-ayat Allah Sang Khaliq yang terukir indah dalam Kitab Al-Qur’an miliknya. Gadis itu, bernama Yumna.

Yumna, kini duduk dibangku kelas dua SD. Terlahir dari keluarga sederhana, Yumna bercita-cita ingin membahagian ibu dan bapaknya. Mengangkat derajat ayah ibunya dengan hafalan Al-Qur’an yang dia miliki. Di sekolah ia dikenal anak yang ceria. Suka bergaul sama teman. Masalah prestasi akademik, Yumna juga tak ketinggalan. Yumna di kelasnya meraih peringkat kedua. MasyaAllah.

Berbekal hafalan Al-Qur’an yang dimiliki, Yumna melanjutkan perjuangannya. Dia ikut dalam perlombaaan Hafidz Qur’an. Yumna berharap rasa sakit yang diderita saat ini bukan penghalang baginya meraih prestasi gemilang.

Sosok Yumna yang kecil sangat menginspirasi. Penyakit yang diderita tak menghalanginya dekat dengan Sang Khaliq. Melalui ayat-ayat cinta-Nya, Yumna mengadukan sakitnya. Hanya pada-Nya. Sang Pencipta, Allah Azza Wa Jalla. Karena ia yakin, Allah pemberi sakit dan Dialah sebaik-baik pemberi kesembuhan. Al-Qur’an bukan saja kalam-Nya, tapi juga syifa. Obat bagi orang-orang yang yakin akan kebesaran-Nya.

Ketika Yumna ditanya oleh Juri, “ Apa yang membuat Yumna sedih?” Gadis ini pun menjawab “ Aku bersedih, jika aku tidak bisa belajar dan membaca Al-Qur’an.” MasyaAllah, jawaban yang menggetarkan sanubari setiap hati yang mendengar.

Mari kita tanya pada hati kita. Sudahkah kita membaca Al-Qur’an hari ini? Adakah hati ini bersedih? Ketika di bulan Ramadhan ini kita ternyata kita belum sama sekali membuka satu ayat pun dalam Al-Qur’an. Wallahu a’lam.

Terong Tawah, 21 Mei 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali